Communication and Da'wa Presentation

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Penyiaran Islam UIN SGD Bandung

Seminar International

Kajian Islam Indonesia-Malaysia di Era Moderen UIN SGD Bandung

Communication and Islamic Broadcast

Teman-teman Program Studi Pascasarjana Komunikasi Penyiran Islam Angkatan 2015 UIN SGD Bandung

My Friends In Ushuluddin Program Studies

Wisuda berfoto bersama dengan Bpk. Dr. Adnan dan Bpk. Ahmad Zabidi, M.Ag di IAI Sultan Muhamad Syafiudin Sambas

Monday, November 21, 2016

Al-Qur'an Surah Ar-Ra'du Penafsiran Ibnu Katsir


 KANDUNGAN AL-QUR’AN SURAH AR-RA’DU AYAT 11
(Perspektif Penafsiran Ibnu Katsir)

Abstrak

Al-Qur’an adalah merupakan petunjuk bagi manusia yang Allah turunkan dimuka bumi ini. Al-Qur’an memiliki kandungan yang sangat luas, sebagiaman menurut ulama bahwa secara umum keandungannya mencakup aspek aqidah, iman, politik, budaya, soaial bahkan ekonomi semuanya terdapat dalam al-Qur’an. Terkait dengan kandungan yang luas para mufasir memiliki kebaragaman dalam menafsirkan al-Qur’an. Keberagaman yang ada adalah karena bedanya metode dan corak yang digunakan oleh masing masing mufasir sejak masa kelasik sampai masa kontemprer sekarang ini dalam menginterpretasikan makna yang terkandung dalam al-Qur’an. Adapun sala satu ayat al-Qur’an yang ditafsirkan adalah al-Qur’an surah ar-Ra’du ayat 11. Secara umum makna ayat ini adalah Allah menggambarkan tentang perintah Allah kepada hamba-nya unutk berusaha jika hambanya ingin menjadi lebih baik. Adapun para mufasir baik itu masa kelasik sampai sekarang ini dalam menafsirkan ayat ini berbeda-beda diantaranya adalah Ibnu katsir. Ibnu katsir adalah merupakan salah satu mufasir terkenal pada masa kelasik yang karya tafsirnya banyak menajdi rujukan oleh para akademisi dan para guru dalam memahami al-Qur’an. Ibnu Katsir dalam menafsirkan al-Quur’an memiliki metode dan corak denagn ciri khasnya sendiri sehingga berbeda dengan mufasir lainnya.

Kata Kunci: Ibnu Katsir, Metode, Corak, Karya-karya, Tafsir Al-Qur’an surah Ar-Ra’du ayat 11.

A.  Pendahuluan
Upaya mamahami kandungan al-Qur’an telah dilakukan oleh banyak ulama dan tidak pernah berhenti sampai sekarang ini. Hal ini adalah karena merupakan salah satu kemukjizatan al-Qur’an yaitu kandungannya yang sangat luas dan pembahasannya yang mencakup segala aspek kehidupan. Serta dalam memahaminya tidaklah sembarangan dan harus dengan ilmu sebagaimana yang telah dilakukan olah ulama-ulama sebelumnya baik masa awal Islam maupun sampai sekarang ini.
Ilmu dalam memahami al-Qur’an tentunya ada cara dan metode yang digunakan sehingga dari makna ayat yang dijelaskan atau ditafsirkan ini tidak menyimpang dari makna yang sebenarnya. Adapun cara dan metode ini sangatlah beragam dan bermacam-macam. Salah satunya yang menjadi pokok pembahasan adalah metode dengan cara membandingkan beberapa tafsir baik itu masa klasik, pertengahan maupun kontemporer sekrang ini atau lebih dikenal dengan istilah tafsir muqarran. Sedangkan dari sekian banyak mufasir yang menjadi pembahasan dalam penulisan ini adalah tafsirnya Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya yaitu Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim.

B.   Biografi Ibnu Katsir
Ibnu katsir adalah seorang ulama muslim yang terkenal, nama lengkapnya adalah Imamul Jalil Al hafidz Imadud din Abu Fida’ Isma’il ibnu ‘Amar ibnu Kasir ibnu Dau’ ibnu Kasir ibnu Zar’i Al-Basri Ad-Dimisyqi. Ibnu kasir selain ulama tafsir beliau juga adalah seorang ulama yang faqih (Ahli Fiqih) yang bermadzhab Imam Syafi’i.[1] Ibnu Katsir dilahirkan di perkampungan di Syam di kota Bashrah, di bagian timur kota Damaskus yaitu sekitar pada tahun 701 H. Adapun ayahnya adalah seorang pendakwah di kota tersebut.[2]
Ayahnya meninggal ketika ia berusia tujuh tahun, setelah ayahnya meninggal Ibnu kasir dengan saudara-saudaranya pindah ke kota Damaskus yaitu tepatnya pada tahun 706 H. Di Damaskus inilah ia banyak belajar ilmu dengan ulama-ulama di kota tersebut, diantaranya yang menjadi guru beliau adalah Bahrudin Al Fazari, Ibnu Sawaid, Al Qasim, Ibnu Asakir, Kamal al-Din Ibnu Qadi Syuhbah dan masih banyak lagi.[3] Selain itu beliau juga belajar dengan Ibnusyi Syahnah, Al Mazi dan guru-guru lainya diantaranya Imam Ibnu Taimiyah.[4] Adapun yang menjadi guru utama Ibnu Katsir adalah Bahrudin al-Farazi dan Kamal al-Din Ibnu Kadi Syuhbah. Dari keduanya beliau banyak belajar tentang hukum  diantaranya beliau mempelajari ilmu fiqih dengan menelaah kitab al-Taubah karya al-Syirazi dan Mukhtashar Ibnu Hajib hingga dalam sejarahnya beliau menjadi rujukan oleh para penguasa dalam persoalan hukum.[5]
Ibnu Katsir dalam mempelajari Al-Qur’an banyak belajar ketika berada dalam bimbingan Ibnu Taimiyah. Sehingga Pada usia sebelas tahun Ibnu Katsir menyelesaikan hafalan al-Qur’an dan memerdalam Ilmu qira’at dan studi tafsir.[6]
Ulama sezamannya banyak yang memberikan penilaian kepada Ibnu Katsir, salah satunya seorang ulama serta sebagai gurunya yaitu Imam al-Dzahabi menyatakan dan memberikan penilaian kepada Ibnu Katsir bahwa beliau adalah seorang imam, mufti, faqih dan muhadits serta mufasir yang kritis.[7]
Ibnu Katsir adalah seorang ulama yang berilmu tinggi dan wawasan ilmu yang luas sehingga ulama sezamannya menyebut beliau dengan sebutan al-Muarrikh karena kepakarannya dalam bidang sejarah. Selanjutnya sepeninggal gurunya (al-Dzahabi) Ibnu Katsir banyak diberikan kepercayaan diantaranya, dipercayakan untuk menggantikan guruya sebagai syaikh di Um al-Shaleh serta beliau juga dipercaya memimpin Dar al-Hadits al-Syarafiyyah setelah al-Subki meninggal dunia.[8]
Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata bahwa Ibnu Katsir pada akhir hayatnya beliau mengalami kehilangan penglihatan (buta). Adapun dalam   buku “Minhal Ash-Shafi” pengarangnya menjelaksan bahwa pada akhirnya Ibnu Katsir meninggal dan kembali kepada Allah Swt. pada usia ke 73 tahun, yaitu pada hari kamis tanggal 26 Sya’ban tahun 774 H.[9]

C.  Metode dan Corak  Penafsiran
Metode penafsiran adalah cara-cara atau langkah-langkah yang terusun sistematis serta merupakan sebuah alat atau sarana untuk menguraikan dan mengulas materi yang terkandung dalam al-Qur’an, khususnya untuk penulisan tafsir al-Qur’an sehingga benar-benar bisa mengurai setiap makna yang terkandung dalam al-Qur’an.[10]
Ibnu Katsir sebagaimana mufasir yang lain dalam menafsirkan al-Qur’an juga menggunakan metode dan cara tersendiri yang membedakan karyanya dengan karya-karya ulama yang lain. Adapun metode yang digunakan beliau adalah metode tahliliy (analitis).[11]
Metode yang digunakan oleh Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya memiliki ciri khas tersendiri dari tafsir-tafsir yang lain. diantaranya metode yang beliau tempuh adalah sebagai berikut:
1.    Pada mulanya mengetengahkan ayat, lalu menafsirkan dengan ungkapan yang mudah dan ringkas.
2.    Memperjelas ayat dengan ayat yang lain (Al-Qur’an dengan Al-Qur’an).
3.    Menjelaskan ayat dengan hadis-hadis yang berpredikat marfu’[12].
4.    Kemudian diiringi dengan berbagai pendapat tentang ayat tersebut baik itu dari para sahabat para tabi’in dan ulama salaf setelahnya serta mentarjihnya, apakah ia shahih atau dha’if.
5.    Serta mengutip dari tafsir-tafsir ulama lainnya, misalnya Tafsir Ibnu Jarir, Ibnu Abu Hitam, Tafsir Ibnu Atiyyah, dan ulama lainnya.
6.    Memberikan peringatan agar tetap berwaspada akan kisah-kisah yang ada dalam tafsirnya apakah kisah itu termasuk kisah israilliyat yang mungkar.
Ibnu katsir dalam menafsirkan Al-Qur’an adalah termasuk dalam tafsir bi al-ma’tsur. Artinya dalam penfsiran Ibnu katsir menafsirkan ayat al-Qur’an dengan menggunakan riwayat (ma’tsur). Corak yang digunakan dapat dilihat dari metode yang digunakan diantaranya dalam tafsirnya beliau menafsirkan al-Qur’an dengan al-Qur’an, al-Qur’an dengan hadis Rasulullah Saw., al-Qur’an dengan pendapat-pendapat ulama, al-Qur’an dengan riwayat-riwayat (cerita-cerita israiliyat).[13]

D.  Penafsiran Ayat Al-Qur’an (Q.S. Ar-Ra’d/13: 11)
Ibnu Katsir dalam menafsirkan al-Qur’an sebagaimana dibahas di atas, dapat kita lihat dari tafsir beliau terhadap Firman Allah Q.S.Ar-Ra’du/13: 11 berikut ini:
Artinya :Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.[14]

Ibnu katsir dalam kitab tafsirnya Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim yaitu dimana beliau menjelaskan kandungan makna dari Q.S. Ar-Ra’du/13:11, sebenarnya sangat berkaitan dengan ayat sebelumnya yaitu Q.S. Ar-Ra’d/13:10. Adapun kandungan ayat ini menjelaskan tentang apa yang kita sembunyikan dan kita ucapakan, serta tentang hambanya yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan di siang hari pasti Allah ketahui. [15]
Hubungan kandungan makna antara Q.S. Ar-Ra’d/13: 10 dengan Q.S. Ar-Ra’d/13: 11 adalah bahwa apapun yang kita lakukan di dunia ini baik itu disembunyikan maupun dinyatakan baik itu di siang hari maka sesungguhnya Allah Swt. maha tahu karena ada malaikat yang telah ditugaskan untuk menjaga kita baik di depan maupun di belakang hamba-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir dalam Q.S. A-Ra’d/13:11 adalah sebagaimana berikut ini[16]:
وقوله: { لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ } أي: للعبد ملائكة يتعاقبون عليه، حَرَس بالليل وحَرَس بالنهار، يحفظونه من الأسواء (5) والحادثات، كما يتعاقب ملائكة آخرون لحفظ الأعمال من خير أو شر، ملائكة بالليل وملائكة بالنهار، فاثنان عن اليمين و[عن] (6) الشمال يكتبان الأعمال، صاحب اليمين يكتب الحسنات، وصاحب الشمال يكتب السيئات، وملكان آخران يحفظانه ويحرسانه، واحدا (7) من ورائه وآخر من قدامه، فهو بين أربعة أملاك بالنهار، وأربعة آخرين بالليل بدلا حافظان وكاتبان، كما جاء في الصحيح: "يتعاقبون فيكم ملائكة بالليل وملائكة بالنهار، ويجتمعون في صلاة الصبح وصلاة العصر، فيصعد إليه الذين باتوا فيكم فيسألهم وهو أعلم بكم:[17]
Demikianlah tafsir Ibnu Katsir dalam Q.S. Ar-Ra’d/13:11, yang dikutip dalam Makhtabah Shamela, selanjutnya bisa juga dilihat dalam tafsirnya Ibnu Katsir yang dikutip dari terjemahan dari kitab aslinya, sebagaimana berikut ini[18], Firman Allah Swt. Q.S. Ar-Ra’d/13: 11:
Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.[19]

Ibnu Katsir dalam tafsirnya dalam Q.S. Ar-Ra’d/13:11 ini, beliau menafsirkan bahwa bagi setiap manusia selalu ada malaikat yang menjaga hamba-Nya Allah secara bergiliran, ada yang di malam hari ada pula yang di siang hari dari hal yang buruk dan hal dapat mencelakakan. Sebagaimana bergiliran pula kepada malaikat-malaikat lainnya yang  bertugas mencatat semua amal baik dan amal buruknya, mereka menjaganya secara bergiliran. Ada yang di malam hari ada yang di siang hari, ada di sebelah kanan dan di sebelah kirinya. Malaikat yang di sebelah kanan mencatat amal baiknya dan yang sebelah kirinya mencatat amal buruknya.
Selain itu ada dua malaikat lain yang bertugas menjaga dan memeliharanya, ada yang di belakang dan ada yang di depan. Dengan demikian, seorang hamba dijaga oleh empat malaikat di siang dan empat malaikat di malam hari. Sebagiaman disebutkan di dalam hadis sahih:

 Artinya :Malaikat-malaikat di malam hari dan malaikat-malaikat di siang hari silih berganti menjaga kalian, dan mereka berkumpul di waktu shalat subuh dan shalat ashar. Maka naiklah para malaikat yang menajaga kalaian di malam hari, Tuhan Yang Maha Mengetahui keadaan kalian menanyai mereka, “Dalam keadaan apakah kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?” Mereka (para malaikat malam hari menjawab, “Kami datangi mereka sedang mereka dalam keadaan shalat dan kami tinggalkan mereka sedang dalam keadaan shalat.” 
Di dalam hadis lain disebutkan:

Artinya :Sesungguhnya bersama kalian selalu ada malaikat-malaikat yang tidak pernah berpisah dengan kalian, terkecuali di saat kalian sedang berada di kakus dan ketika kalian sedang bersetubuh, maka malulah kalian kepada mereka dan hormatilah mereka.

Ali bin Abu Talhah  telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas Sehubungan dengan makna Firman-Nya Q.S. Ar-Ra’d/13:11. yang bergiliran dari Allah adalah para malaikat-Nya. Ikhrimah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman Allah Swt.:
Artinya: Mereka menjaganya atas perintah Allah.[20]

Para malaikat ditugaskan untuk menjaganya di depan dan di belakangnya. Apabila takdir Allah telah memutuskan sesuatu terhadap hamba-Nya yang bersangkutan, maka para malaikat itu menjauh darinya.
Mujahid mengatakan bahwa tiada seorang hamba pun melainkan ada malaikat yang ditugaskan untuk menjaganya di saat ia tidur dan di saat ia terbangun, yakni menjaganya dari kejahatan jin, manusia, dan hewan buas. Tiada suatu makhluk itu yang datang kepada hamba yang bersangkutan dengan tujuan untuk memudharatkannya, melainkan malaikat penajaga itu berkata kepadanya “Pergilah ke belakangmu!” Kecuali apabila ada sesuatu yang titakdirkan oleh Allah, maka berulah dapat mengenainya. Imam Abu Ja’far ibnu Jarir sehubungan dengan hal ini telah meriwayatkan sebuah hadis garib. Ia mengatakan, telah mencritakan kepadaku Al-Musanna, telah mencdritakan kepada kami Ibrahim ibnu Abdus Salam ibnu Saleh Al-Qusyairi, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Jarir dari Hammad ibnu Salamah, dari Abdul Hummaid ibnu Ja’far, dari Kinanah Al-Adawi yang mengatakan bahwa Usman ibnu Affan masuk ke dalam rumah Rasulullah Saw., lalu ia bersabda, “Seorang Malaikat berada di sebelah kananmu yang mencatat amal baikmu, ia adalah kepala (Pemimpin) dari malaikat yang ada di sebelah kirimu. Apabila kamu mengerjakan sesuatu kebaikan, maka dicatatlah sepuluh kebaikan, dan apabila kamu mengerjakan suatu keburukan (dosa), maka malaikat yang ada di sebelah kirimu berkata kepada malaikat yang ada di sebelah kananmu, ‘Bolehkah aku mencatatnya?’ malaikat yang di sebelah kanan menjawab, ‘ Jangan, barangkali dia memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.’ Malaikat yang ada di sebelah kiri meminta izin kepada yang ada di sebelah kanan sebanyak tiga kali. Dan apabila yang di sebelah kanan berkata, ‘Catatlah, semoga Allah membebaskan kita darinya. Seburuk-buruk orang yang kita temani adalah orang yang sedikit perasaan muraqabah-Nya (diawasi oleh Allah) dan sedikit malunya terhadap kita.’
Sebagaimana firman Allah Q.S. Qaf/50:18:
Artinya :Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir.[21]

Adapun tafsir Ibnu Katsir terhadap Q.S Ar-Ra’d/13:11, sebagaimana berikut ini:
Artinya:Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.[22]
Tafsirnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa, Hal ini disebutkan dalam suatu hadis yang berpredikat marfu’. Al-Hafidz Muhammad ibnu Usman ibnu Abu Syaibah mengatakan dalam kitabnya yang berjudul Sifatul ‘Arsy: Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Abu Hanifah Al-Yamani Al-Ansari, dari Umair ibnu Abdul Malik yang menceritakan bahwa Khalifah Ali ibnu Abu Talib berkhotbah kepada kami di atas mimbar Kufah. Antara lain ia mengatakan, “Apabila aku berdiam diri tidak berbicara kepada Rasulullah Saw., maka beliaulah yang memulainya kepadaku; dan apabila aku menanyakan suatu berita kepadanya, dia menceritakan kepadaku. Dan dia menceritakan kepadaku suatu hadis dari Allah Swt. Yang menyebutkan:

Artinya:Tuhanmu berfirman,’Demi Kemulian, Keagungan, dan Ketinggian-Ku di atas ‘Arsy tiada suatu (penduduk) kota pun, dan tiada pula suatu ahli bait pun yang tadinya mengerjakan hal yang Aku benci yaitu berbuat durhaka terhadap-Ku, kemudian mereka berpaling dari perbuatan durhaka itu menuju  kepada perbuatan yang Aku sukai, yaitu taat kepada-Ku, melainkan Aku palingkan dari mereka hal yang tidak mereka sukai, yaitu azab-Ku; dan Aku berikan kepada mereka hal yang mereka sukai, yaitu rahmat-Ku’.”[23]

Demikianlah tafsir Ibnu Katsir yang menjelaskan kandungan makna terhadap Q.S Ar-Ra’d/13:11, dimana kandungan dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Allah mengabarkan kepada hambanya bahwa bagi setiap hamba-Nya Allah ada malaikat yang telah ditugaskan secara bergiliran baik itu di waktu malam maupun di waktu siang. Adapun malaikat-malikat-Nya ada yang di depan maupun di belakang, di kanan maupun di kiri, di atas maupun di bawah. Yang mana tugas mereka adalah untuk menjaga, mencatat dan memelihara hamba-Nya agar terhindar dari hal yang dengan izin Allah bisa mencelakan dan menyebabkan hal buruk terhadap hamba-Nya.
Kandungan lainnya adalah bahwa Allah mengabarkan, Allah tidak akan mengubah keadaan hamba-Nya apabila hamba-Nya tidak mengubah keadaan mereka sendiri dengan izin Allah. Artinya dari apa yang telah ditetapkan bagi hamba-Nya ini ada sistem yang telah ditatapkan oleh Allah Swt., serta sistem itu juga merupakan bagian dari takdir yang telah ditetapkan oleh Allah Swt.

E.   Kesimpulan
1.    Berdasarkan pembahasan sebelumnya maka dapat di disimpulkan bahwa nama lengkap Ibnu Katsir adalah Imamul Jalil Al hafidz Imadud din Abu Fida’ Isma’il ibnu ‘Amar ibnu Kasir ibnu Dau’ ibnu Kasir ibnu Zar’i Al-Basri Ad-Dimisyqi. Ibnu Katsir adalah seorang ulama tafsir, ahli Fiqih, ahli hadis, ahli sejarah serta ulama yang terkenal dengan keilmuannya. Ibnu Katsir bermadzhab Imam Syafi’i, beliau Lahir di perkampungan di Syam di kota Bashrah, di bagian timur kota Damaskus yaitu sekitar pada tahun 701 H. Dan beliau meninggal pada usia ke 73 tahun, yaitu pada hari kamis tanggal 26 Sya’ban tahun 774 H.
2.    Karya-karya beliau adalah Fadha’il al-Qur’an, Tafsir al-Qur’an al-Azhim, Bidayah wa al-Nihayah, Al-Fusulat fi Sirat al-Rasul,Tabaqat al-Syafi’iyah, Manaqib al-Imam al-Syafi’i, Al-Ijtihad bi Talab al-Jihad, Kitab Ahkam, Al-Ahkam ‘ala Abwab al-Tanbih, Al-Takmil fi Ma’rifat al-Tsiqah wa al-Du’afa’ wa al-Majahil, Jami’ al-Masanid wa al-Sunan, IkhTishar ‘Ulum al-Hadits, Takhrij ahadits adillah al-Tanbih li ‘Ulum al-Hadits, Syarah Shahih Bukhari, dan lain-lain.
3.    Metode dan corak tafsir yang digunakan oleh Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya Tafsir al-qur’an al-‘Azhim  adalah metode Tahlily, dan corakny bi Al-ma’tsur.
4.    Kandungan tafsir Ibnu katsir terhadap Q.S. Ar-Ra’d/13:11, adalah bahwa setiap hamba Allah ada malaikat yang telah ditugaskan secara bergiliran baik itu di waktu malam maupun di waktu siang untuk menjaga, mencatat dan mememlihara hamba-Nya dengan izin Allah. Serta Allah menjelaskan bahwa keadaan seseorang  tidak akan Allah ubah apabila hamba-Nya tidak mengubahnya dengan izin Allah Swt.

F.   Daftar Pustaka

Ad-Dimisyqi, Al-Imam Abul Fida’ Isma’il Ibnu Katsir. Tafsir Ibnu Katsir: Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. ter. Bahrun Abu bakar.Tafsir Ibnu Katsir Juz 1. Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2000.
Andrian, Bob dan Erisa. Penegertian, Objek, Manfaat dan Kategori Madzhab Tafsir.” Makalah yang disajikan pada diskusi mahasiswa Ushuludin Smester V di STAI Sultan Muhammad Syafiudin, Sambas, 8 Oktober 2013.
Amin, Besus Hidayat. Derajat Hadis-Hadis Dalam Tafsir Ibnu Katsir. Jakarta : Pustaka Azzam, 2007.
Katsir, Ibnu. Tahzib wa Tartib: Kitab Al-Bidayah wa Al-Niahayh masa Khulafa’ur Rashidin. Jakarta: Darul Haq, 2002.
Mutmainah. “Musibah Dalam Al-Qur’an: Studi Komparatif Penafsiran Sayyid Qutb Dan Ibnu Katsir Atas Surah Al-Hadid ayat 22 dan 23”. Skripsi Sarjana. Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayattullah Jakarta, 2010.
Makhtabah Shamela (Versi Digital)
Zabidi, Ahmad dan Ilham Tahir. Metode Penafsiran Antara Sayyid Qutb: Tentang Ayat-ayat Kemasyarakatan. Jakarta Timur: Sedaun, 2011.





[1] Al-Imam Abul Fida’ Isma’il Ibnu Katsir Ad-Dimisyqi, Tafsir Ibnu Katsir: Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, ter. Bahrun Abu bakar,Tafsir Ibnu Katsir Juz 1,(Bandung : Sinar Baru Algensindo, Tahun 2000), hlm. vii.
[2] Besus Hidayat Amin, Derajat Hadis-Hadis Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Jakarta : Pustaka Azzam, Tahun 2007, hlm iv-x.
[3] Ibid.
[4] Al-Imam Abul Fida’ Isma’il Ibnu Ksir Ad-Dimisyqi, hlm. vii
[5] Mutmainah, “Musibah Dalam Al-Qur’an: Studi Komparatif Penafsiran Sayyid Qutb Dan Ibnu Katsir Atas Surah Al-Hadid ayat 22 dan 2” (Skripsi Sarjana, Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayattullah Jakarta, 2010), hlm.20.
[6] Ibid, hlm. 21.
[7] Ibid,
[8] Ibid,
[9] Besus Hidayat Amin, Derajat Hadis-Hadis..., hlm.x.
[10] Ahmad Zabidi dan Ilham Tahir, Metode Penafsiran Antara Sayyid Qutb: Tentang Ayat-ayat Kemasyarakatan (Jakarta Timur: Sedaun, 2011), hlm. 9.
[11] Metode tahlili merupakan cara menafsirkan kandungan makna dari ayat yaitu  dengan menguraikan dan menganalisis secara keseluruhan. Tahliliy adalah metode yang sering digunakan oleh banyak kalangan mufasir terdahulu, tahlili adalah model tafsir yang menyajika tafsir secara sistematis dan rangkaian penyajian mengacu pada urutan penulisan tafsir pada tafsir klasik. Lihat juga Ahmad Zabidi dan Ilham Tahir, Metode Penafsiran Antara Sayyid Qutb: Tentang Ayat-ayat Kemasyarakatan (Jakarta Timur: Sedaun, 2011), hlm.10.
[12] Hadis marfu’ adalah hadis yang disandarkan langsung pada Rasulullah SAW.
[13] Bob Andrian dan Erisa, Penegertian, Objek, Manfaat dan Kategori Madzhab Tafsir”(Makalah yang disajikan pada diskusi mahasiswa Ushuludin Smester V di STAI Sultan Muhammad Syafiudin, Sambas, 8 Oktober 2013), hlm. 6.
[14] Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Jakarta: Syaamil Cipta Media, 2005), hlm. 250.
[15] Al-Imam Abul Fida’ Isma’il Ibnu Katsir Ad-Dimisyqi, Tafsir Ibnu Katsir Juz 13, hlm. 133-135.
[16] Ibid.
[17] Makhtabah Shamela (Versi Digital)
[18] Al-Imam Abul Fida’ Isma’il Ibnu Katsir Ad-Dimisyqi, Tafsir Ibnu Katsir Juz 13, hlm. 133-135.
[19] Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya..., hlm. 250.
[20] Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannyam, hlm. 250.
[21] Ibid,
[22] Ibid,
[23] Ibid, hlm. 135-143

Sunday, November 20, 2016

Media dan Feminisme


"Women's Power"
Media di Indonesia senantiasa digambarkan dengan sangat tipikal, terutama menyangkut perempuan. Perempuan sering kali digambarkan dengan pihak yang tidak akan lepas dari rumah, dan berperan sebagai ibu rumah tangga yang profesinya sebagai pengasuh. Tidak memiliki kekuatan dalam menentukan keputusan sehingga selalu tergantung pada laki-laki. Menurut Sunarto (2009: 4), media massa seperti televisi merupakan agen sosialisasi yang memiliki peran strategis dalam memberikan pencitraan terhadap perempuan sendiri. Karena media dalam perannya merupakan sarana ampuh untuk memberikan pengaruh pada khalayak. Banyak sekali contoh-contoh dari peran media dalam memberikan Citra, tertentu terutama pada media pihak perempuan. Sebagai contoh di beberapa iklan televisi dibandingkan  laki-laki, banyak sekali perempuan yang digambarkan dengan batas profesi tertentu, seperti iklan memasak, mencuci dan iklan kecantikan. Ditinjau dari sudut pandang feminisme, tentunya fakta ini menjadi sebuah bentuk konstruksi sosial bagi masyarakat. Sehingga tidaklah heran bahwa pandangan masyarakat sejatinya perempuan itu digambarkan dengan ketiga hal itu, bahwa tempatnya perempuan adalah di dapur, di sumur dan di rumah yang hanya memperhatikan kecantikan rupanya. Menurut Zoonen dan Steven realita seperti inilah yang menjelaskan bahwa peran media dalam menampilkan kapitalis dan skema patriakhi merupakan sebuah sistem yang paling menarik. Tidak hanya memiliki potensi dalam proses penyebaran dan melestarikan gender namun media juga memiliki peran dalam mendeklarasikan paham feminisme.

Cinta Punya Etika

"Cinta Punya Etika"
CINTA PUNYA ETIKA
ANUGERAH TERINDAH di muka bumi ini adalah CINTA,
setiap orang diberkahi hati yang bergelimang cinta, dan
sekaligus dianugerahi keinginan untuk mencari cinta,
untuk di satu padukan dengan cinta yang ada didirinya.
berbagai jalan ditempuh, salah satunya lewat pasaran.
Permasalahannya di era sekarang ini,
anak muda pasaran dengan sangat PDA (Public Display Affection)
Pamer kemesraan di depan umum, dan sangat vulgar.
Sehingga membuat orang cengah dan di sekelilingnya  merasa terganggu.
Masih SMP sudah panggil mama papa, bahkan tak malu tampil di layar kaca,
mengaku berpacaran, keluar negeri hanya berdua dengan pacarnya.
Teramat vulgar mengAffeksikan kemesraan di tempat umum.
Jadi pesannya malam ini
sebenarnya cinta itu bukan barang pajangan yang bisa dipamerkan,
sedemikian murah dan vulgar.
Apalagi saat belum diakadkan dalam satu sumpah suci pernikahan.
Cinta itu tersimpan di HATI dan terhubung antara satu hati dengan hati lainnya,
abstrak tetapi terasa indahnya.
Dan buat yang lagi wakuncar, waktu kunjung pacar,
suka kencan dan hobi PDA,
ingat CINTA YANG DIBALURI NAFSU BIRAHI
AKAN MENJADI DAHAGA YANG TAK KUNJUNG TEROBATI,
dan jangan alpa “CINTA PUNYA ETIKA”.
(Kang Mama)

Puisi Cinta Buat Pujaan Hati


"Untukmu Jodohku"
“Tausyiah Cinta"
Sering kita mendengar dan mengucapkan kata cinta, namun tidak sedikit yang tidak mengerti makna cinta yang sesungguhnya,,, CINTA adalah satu kata yang memiliki makna yang indah,,, banyak orang mencoba melukiskan 5 huruf dari satu kata itu “cinta”,,, ada yang mengatakan “cinta adalah dari mata turun ke hati”, ada pula yang mengatakan “jika cinta laut kan ku seberangi dan gunung pun kan kudaki”, dan bahkan ada yang mengatakan “jika cinta maka dunia hanyalah milik kita berdua”,,, itulah cinta menurut para pujangga cinta, namun lebih dari itu makna cinta yang sesungguhnya,,, cinta sangat rumit untuk di urai dengan kata-kata, dilukiskan berbagai bentuk dan rupa, dan disebutkan dengan berbagai rasa,,, karena cinta begitulah indah dan sempurna,,, karena itulah banyak orang menderita karena namanya cinta, dan banyak orang sedih juga karena cinta, namun begitu pula sebaliknya, banyak orang sukses karena lahirnya cinta, banyak orang senang dan bahagia juga karena memiliki cinta, itulah cinta, namun bukanlah itu yang akan dijelaskan dalam Tausyah Cinta, satu istilah cinta yang harus dipahami dan dimengerti maknanya, yaitu "Mahabbatallah" yang kita artikan dengan Cintanya Allah pada makhluknya atau cinta makhluknya kepada Allah pemilik Rasa Cinta. Cinta sangatlah sulit untuk diuraikan, dan didefinisikan. namun cinta memiliki gejala-gejala cinta, selayaknya cinta pada umumnya, paling tidak Allah menyebutkan ada beberapa gejala-gejala cinta dan orang yang dicintai Allah Subhanahu Wata'ala. Di antara gejala-gejala cinta adalah yang pertama, cinta akan melahirkan kepatuhan dan ketaatan, kemudian cinta akan menjadikan segala sesuatu itu terasa indah dan tertutupnya segala keburukan, sehingga cinta pada akhirnya akan membuat kita selalu ingat, mengenang dan menybut-nyebut namanya, itulah cinta, adapun orang-orang yang dicintai Allah SWT, dijelaskan dalam kitabnya yang penuh dengan cinta di antaranya adalah innallahayuhibbul muhsinin (sesungguhnya Allah mencintai orang berbuat baik), innallahayuhibbul muttathohhirin (sesungguhnya Allah senang dengan orang yang bersih dan senang dengan kebersihan ), innallahayuhibbul minattauwabin (sesungguhnya Allah senang dengan orang yang bertaubat kembali pada-Nya), innallahayuhibbul mutawakkilin (sesungguhnya Allah cinta pada orang yang berusaha keras namun tidak melupakan Allah dalam usahanya), dan innallahayuhibbusshabirin (Allah mencintai orang sabar). Maka cintailah cinta karena CINTA adalah anugerah terindah dari Sang Maha pemilik Rasa CINTA yang sesungguhnya. B

Cara Cepat dan Mudah Menggunakan Microsoft Excel

Beginilah tampilan  Excel 2007 saat pertama dibuka.
"Microsoft Office Excel"
Begitu Anda membuka Excel, Anda akan disuguhkan satu lembar kerja yang disebut Worksheet. Di Worksheet inilah Anda memasukkan data dan mengolahnya. Normalnya Worksheet ini disebut Sheet1 ( lihat ujung kiri bawah layar monitor ). Anda dapat menggunakan lebih dari satu Worksheet. Klik saja tab Sheet2, Sheet3, atau jika masih kurang, Anda bisa menambahkan Worksheet baru dengan menekan tombol Insert Worksheet.
Dan Anda dapat mengubah nama ( Rename ) setiap Worksheet dengan cara :
1. klik kanan di tab Sheet1, Sheet2, dst ( yang mana yang akan Anda ubah namanya),
2. lalu pilih Rename,
3. dan tuliskan nama yang Anda inginkan, akhiri dengan menekan Enter.
Dengan cara serupa, Anda dapat menghapus ( Delete ) suatu Worksheet.

Kumpulan beberapa Worksheet disebut Workbook.
 
Berikut ini akan dibahas mengenai program Microsoft Excel untuk pemula. Penulis terpaksa kembali membuat artikel ini sebagai pelengkap dari artikel mengenai pengenalan Excel sebelumnya. Hal ini dikarenakan di tempat penulis mengajar (SMA Kr Petra 2 Surabaya) banyak siswa yang tidak menguasai materi ini dengan baik. Dalam artikel ini akan dijelaskan langkah demi langkah dilengkapi gambar-gambar pendukung. So, jika anda merasa kemampuan Excel anda masih cupu dan katrok, maka artikel ini sangat cocok sekali buat anda. Melainkan jika anda merasa sudah super jenius dalam excel maka silakan klik saja iklan2 saya yang ada di blog ini :))

Excel termasuk program spreadsheet atau program pengolah angka. Karena itu untuk mempermudah pengolahan datanya, lembar kerja Excel bentuknya berlajur dan terdiri dari baris (65536 baris) dan kolom (256 kolom). Seperti nampak dalam gambar berikut ini : 

Mengolah Sheet di Excel

Dalam sebuah file Excel, kita bisa memiliki beberapa lembar kerja (sheet). Lembar kerja tersebut bisa ditambah atau disisipi lembar kerja baru (Insert), dihapus (Delete), diganti namanya (Rename) dan dipindah atau disalin (move or copy). Cara melakukannya dengan cara klik kanan lembar kerja (sheet), seperti nampak pada gambar berikut ini :
Atau dengan cara :
 Untuk menyisipkan lembar kerja baru pilih menu Insert - Worksheet
  1. Untuk mengganti nama lembar kerja pilih menu Format - Sheet - Rename.
  2. Untuk menghapus lembar kerja pilih menu Edit - Delete Sheet.
  3. Untuk memindah atau menyalin lembar kerja pilih menu Edit - Move or Copy Sheet. Maka akan ditampilkan kotak dialog seperti gambar berikut ini : 
Jika ingin menyalin lembar kerja check box Create a Copy harus diaktifkan. To Book berarti lembar kerja aktif akan dipindah atau disalin ke buku atau file yang lainnya (dapat dipilih pada drop down menu). Before sheet berarti dipindah atau disalin sebelumlembar kerja yang lainnya (pilih sheet yang diinginkan). Akhiri dengan OK.

Macam Data

Excel membedakan data menjadi 2 macam, yaitu :

  1. Value, adalah data yang bisa digunakan untuk operasi matematis, antara lain : angka, rumus, formula dan fungsi (function). Jika menulis data Value, jangan diawali tanda atau simbol apapun. Misalnya : diawali huruf, tanda baca, spasi dan tanda khusus lainnya (' "" < > * ^, dll). Sedangkan untuk penulisan rumus dan fungsi harus diawali dengan '=' (sama dengan).
  2. Label, adalah data yang tidak bisa digunakan untuk operasi matematis, seperti huruf, angka atau karakter yang diawali oleh tanda baca (' " ^ / spasi, dll).

Format Number

Excel adalah program paket pengolah angka dan tabel. Sebab itu program ini dilengkapi dengan berbagai perintah dan menu yang digunakan untuk mengolah, mengubah bentuk tampilan angka dan membuat tabel. Berikut ini adalah perintah untuk membuat tabel dan mengubah tampilan angka : Pilih menu Format - Cells, maka akan ditampilkan kotak dialog seperti gambar berikut ini :

Dalam kotak dialog tersebut ada 6 pilihan tab, yaitu :

1. Number

Berisi beberapa pilihan untuk mengubah tampilan angka, antara lain :
  1. General : Penulisan angka biasa tanpa format khusus.
  2. Number : Penulisan angka dengan pengaturan jumlah digit desimal (Desimal Places), pemisah ribuan (Use 1000 separator) dan bentuk penulisan bilangan negatif (Negative Numbers). Atau dapat juga menggunakan Toolbar Formatting :
    Comma Style untuk pemakaian pemisah ribuan.
    Increase Decimal untuk menambah digit desimal.
    Decrease Decimal untuk mengurangi digit desimal.
  3. Currency : Penulisan angka dengan penambahan simbol mata uang.
  4. Accounting : Penulisan angka dengan penambahan simbol mata uang dan pemisah ribuan.
  5. Date : Macam-macam bentuk penulisan tanggal.
  6. Time : Macam-macam bentuk penulisan jam.
  7. Percentage : Penulisan angka dalam persen (%).
  8. Fraction : Penulisan angka pecahan.
  9. Scientific : Penulisan angka eksponensial (pangkat).
  10. Text : Penulisan angka berbentuk teks.
  11. Special : Penulisan angka untuk database (kode area, nomor telepon, dll).
  12. Custom : Penulisan angka dengan format yang bisa diatur sendiri.

2. Alignment

Berisi perintah-perintah antara lain :

  1. Text Alignment, untuk mengatur teks secara horizontal (rata normal, kanan, kiri, tengah, memenuhi sel, rata penuh atau diantara beberapa sel) atau vertikal (rata terhadap batas atas sel, tengah, bawah atau rata penuh).
  2. Text Control, untuk mengatur pelipatan teks (wrap text), pengisian penuh/penyusutan teks (shrink to fit) dan pengabunggan sel-sel (merge cells).
  3. Orientation, untuk mengatur orientasi atau bentuk tegak teks terhadap sumbu X; atau derajat perputaran teks terhadap garis horizontal.

3. Font

Untuk mengatur pemakaian teks : jenis huruf (font), bentuk huruf (font style), ukuran huruf (size), warna (color), garis bawah (underline) dan efek teks (effects).

4. Format Border

Digunakan untuk membuat bingkai atau garis pada tabel yang dibuat.

5. Pattern

Berisi perintah-perintah untuk memberi warna atau pola arsir pada sel.

6. Protection

Untuk mengaktifkan kondisi lembar kerja yang diproteksi atau disembunyikan.

Pengolahan Data

Data berupa angka dapat diproses atau diolah, misalnya menjumlahkannya yaitu dengan menggunakan rumus (formula) atau dengan fungsi (function). Agar terjadi perubahan otomatis pada hasil pengolahannya setiap kali ada perubahan data, sebaiknya rumus atau fungsi ditulis alamat selnya.

Misalnya : kita akan menjumlahkan angka 4,5,6 dan 7 yang terdpat pada sel berturut-turut B1, B2, B3 dan B4. Rumusnya adalah sebagai berikut :
= B1 + B2 + B3 + B4
Atau jika menggunakan fungsi, ditulis demikian :
= SUM(B1:B4)

PERHATIAN : Penulisan rumus atau fungsi harus diawali dengan tanda '=' (sama dengan). Tanda ':' (titik dua) artinya sampai. Untuk contoh di atas B1:B4 berarti sel B1 sampai sel B4.

Berikut ini adalah fungsi statistik yang sering digunakan :
=SUM(Alamat sel)
:
menjumlahkan isi sel
=MIN(Alamat sel)
:
mencari angka terendah
=MAX(Alamat sel)
:
mencari angka tertinggi
=AVERAGE(Alamat sel)
:
mencari rata-rata
=COUNT(Alamat sel numerik)
:
mencari banyaknya sel yang berisi angka

Copy & Fill Series

Copy atau menyalin isi sel dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
  1. Dengan fasilitas Clipboard : Copy, Paste pada toolbar Standard.
  2. Dengan fasilitas Autofill : letakkan pointer mouse di sudut kanan bawah pointer worksheet hingga pointer mouse berbentuk plus hitam (fill handle) lalu drag sesuai yang diminta. Perhatikan gambar berikut : 
Untuk membuat data berurutan dapat digunakan 2 cara :

  1. Dengan fasilitas Autofill.
  2. Dengan menu Edit - Fill - Series.

Address Cell

Jika suatu rumus, misalnya =A1*B1 di-copy dari C1 sampai C10, maka alamat barisnya akan berubah menjadi =A2*B2, =A3*B3, dst. Demikian pula bila rumus tersebut di-copy dari C1 sampai H1, maka alamat kolomnya akan berubah menjadi =B1*C1, =C1*D1, dst. Agar alamat sel data tidak berubah, harus ada 'simbol' yang berfungsi untuk mengikat alamat sel tersebut.

Tanda '$' berfungsi untuk mengunci atau menjadikan suatu alamat sel tetap tidak berubah.

Berikut ini adalah macam-macam bentuk penulisan Address Cell atau alamat sel :
a.
Alamat sel Relatif
:
Alamat sel yang berubah-ubah baik kolom maupun barisnya

Contoh Penulisan
:
A1 -> Alamat kolom (A) dan barisnya (1) relatif atau berubah bila di-copy ke alamat sel yang lain.
b.
Alamat sel Semi Absolut
:
Alamat sel yang tetap kolom maupun barisnya

Contoh Penulisan
:
$A1 -> Alamat kolom (A) absolut atau tetap, dan alamat barisnya (1) relatif atau berubah bila di-copy ke alamat sel yang lain.
c.
Alamat sel Absolut
:
Alamat sel yang tetap tidak berubah.

Contoh Penulisan
:
$A$1 -> Alamat kolom (A) dan baris (1) absolut atau tetap bila di-copy ke alamat sel yang lain.


Berikut ini akan dibahas mengenai program Microsoft Excel untuk pemula. Penulis terpaksa kembali membuat artikel ini sebagai pelengkap dari artikel mengenai pengenalan Excel sebelumnya. Hal ini dikarenakan di tempat penulis mengajar (SMA Kr Petra 2 Surabaya) banyak siswa yang tidak menguasai materi ini dengan baik. Mungkin dikarenakan banyak siswa yang menyepelekan dan tidak mau belajar dengan baik.

Di dalam kefrustrasiannya :# maka penulis membuat artikel ini yang akan menjelaskan mengenai beberapa fungsi dasar dari Excel yang sering digunakan. Anda dapat juga melihat disini untuk penjelasan mengenai beberapa fungsi Excel yang lainnya. So, jika anda merasa kemampuan Excel anda masih cupu dan katrok, maka artikel ini sangat cocok sekali buat anda. Melainkan jika anda merasa sudah super jenius dalam excel maka silakan klik saja iklan2 saya yang ada di blog ini :O

Fungsi Logika

Digunakan untuk memeriksa kondisi. Jika kondisi bernilai benar maka yang dikerjakan adalah pernyataan BENAR, sebaliknya jika bernilai salah maka yang dikerjakan adalah pernyataan SALAH. Penulisannya adalah sebagai berikut :

=IF(Kondisi,pernyataan BENAR,pernyataan SALAH)

Contoh :
Di sel A1 berisi data 10, di sel B1 berisi data 8. Jika si sel C1 diberi fungsi : =IF(A1>B1,"PULUHAN","SATUAN") maka hasilnya adalah "PULUHAN".

Jika ada lebih dari 2 kondisi, maka digunakan fungsi logika majemuk atau bersarang.
Contoh :
Di sel A1 berisi data 70.
Pernyataan yang diinginkan ialah jika A1 berisi data>80 maka di sel B1 tertulis "ISTIMEWA", jika diantara 65-80 "BAIK", selain itu tertulis "KURANG". Maka fungsi logikanya adalah :

=IF(A1>80,"ISTIMEWA",IF(A1>65,"BAIK","KURANG"))

Banyaknya fungsi =IF() ditentukan oleh banyaknya kondisi - 1. Jadi jika kondisi yang diperiksa 3, maka jumlah fungsi =IF() adalah 2. Jika kondisinya 4 berarti fungsi =IF()-nya 3, dst.

Operator Logika

Jika kita diperhadapkan pada dua atau lebih kondisi/kriteria yang diperiksa bersama. Misalnya seperti kasus berikut ini :

Jika hujan dan tersedia payung, maka Rina akan berangkat bekerja. Sebaliknya jika hujan, tapi tidak tersedia payung maka Rina tidak akan berangkat bekerja. Untuk mengatasi kasus seperti ini, digunakan fungsi berikut :

=IF(AND(HARI="HUJAN",PAYUNG="ADA"),"BERANGKAT","TAK BERANGKAT")

Berarti :
Operator logika AND(kondisi 1, kondisi 2, dst) akan bernilai BENAR jika semua kondisi juga bernilai BENAR.

Jika ingin menonton konser musik klasik, maka harus berusia lebih dari 17 tahun atau bisa memainkan biola, selain itu tidak boleh. Maka penulisan fungsinya adalah sebagai berikut :

=IF(OR(USIA>17,BIOLA="BISA"),"BOLEH","TIDAK BOLEH")

Berarti :
Operator logika AND(kondisi 1, kondisi 2, dst) akan bernilai BENAR jika semua kondisi juga bernilai BENAR.

Jika ingin mengekspor barang ke luar negeri akan dikenakan pajak sebesar 25% untuk barang dari kayu atau rotan, dan tujuan ekspornya ke negara-negara Eropa. Selain itu dikenakan pajak sebesar 10%. Maka penulisan fungsinya adalah sebagai berikut :

=IF(AND(OR(Barang="Kayu",Barang="Rotan"),Negara<>"Eropa"),10%,25%)

ATAU

=IF(AND(Negara<>"Eropa",OR(Barang="Kayu",Barang="Rotan")),10%,25%)

ATAU

=IF(AND(OR(Barang="Kayu",Barang="Rotan"),NOT(Negara="Eropa"),10%,25%)

Berarti :
Operator '<>' artinya tidak sama dengan. Operator NOT menetapkan ketentuan yang berlawanan. Misal, NOT(negara="Eropa") artinya negara yang bukan Eropa

PERHATIAN : Pada bagian formula untuk menampilkan data yang berupa huruf (kalimat) maka harus diapit dengan tanda petik (".."), Misalnya Negara="Eropa". Sedangkan untuk data yang berupa angka maka tidak boleh diapit dengan tanda petik, misalnya 10% (tanpa petik diantaranya) !!!

Fungsi String

Digunakan untuk membaca data yang berisi beberapa informasi tertentu atau mengambil data string pada posisi dan jumlah tertentu. Misalnya, di sel B1 berisi nomor pokok mahasiswa TA89107. TA berarti mahasiswa dari jurusan Teknik Arsitektur, 89 berarti angkatan tahunnya dan 107 adalah nomor urut mahasiswa. Bagaimana mengambil bagian-bagian data tersebut? Untuk menyelesaikan masalah ini maka digunakan fungsi sebagai berikut :

=LEFT(B1,2)
-
maka hasilnya adalah TA
=RIGHT(B1,3)
-
maka hasilnya adalah 107
=MID(B1,3,2)
-
maka hasilnya adalah 89

Berarti :

=LEFT(String,n)
Untuk mengambil String atau Label mulai sebelah kiri sebanyak n karakter.

=RIGHT(String,n)
Untuk mengambil String atau Label mulai sebelah kanan sebanyak n karakter.

=MID(String,a,n)
Untuk mengambil String atau Label mulai posisi a sebanyak n karakter.

Fungsi Pembacaan Tabel

Digunakan untuk membaca tabel data secara horisontal atau vertikal dengan cara membandingkan nilai kunci yang ada pada tabel isian dengan data yang terletak di kolom pertama data. Penulisan fungsinya adalah sebagai berikut :

=VLOOKUP(Nilai Kunci, Range Tabel Data, Offset Kolom)
=HLOOKUP(Nilai Kunci, Range Tabel Data, Offset Baris)

Catatan :

  • VLOOKUP() untuk tabel data vertikal,s edangkan HLOOKUP() untuk tabel data horizontal
  • Nilai Kunci adalah data yang berupa angka atau label yang dijadikan kunci atau penentu informasi yang akan dibaca atau dibandingkan dengan tabel data.
  • Range Tabel Data adalah alamat Tabel Data.
  • Offset Kolom atau Baris adalah nomor kolom atau baris, dimana data atau informasi yang diinginkan terletak.
Agar lebih jelas, perhatikan contoh berikut ini! Misalnya diketahui lembar kerja dengan tabel seperti gambar berikut ini :
Untuk mengisi bagian kosong yang bertitik-titik di kolom NAMA BRG (kolom C) digunakan fungsi berikut ini :
Penjelasan :

  • Nilai Kunci ada di kolom B2 karena sama dengan data pada kolom pertama Tabel Data.
  • Range Tabel Data beralamat tetap karena itu harus diawali dengan '$' dan ditentukan mulai data yang ada di bawah judul kolom sampai akhir tabel.
  • Offsetnya menggunakan kolom karena tabel datanya vertikal dan diisi 2 karena nomor kolom NAMA BRG pada tabel data terletak pada kolom nomor 2.
Pemisah argumen dalam fungsi Excel dipengaruhi oleh Regional Setting bahasa yang digunakan. Jika menggunakan bahasa Inggris pemisah argumennya adalah , (koma). Bahasa indonesia menggunakan tanda ; (titik koma).

Fungsi Lain-Lain

=CONCATENATE(teks 1, teks 2, teks 3)

Digunakan untuk menggabungkan beberapa teks. Fungsi ini juga bisa ditulis dengan '&'. Misalnya :

=CONCATENATE("SMU ","PETRA 2 ","SURABAYA")

ATAU

="SMU "&"PETRA 2 "&"SURABAYA"

Hasilnya adalah :

SMU PETRA 2 SURABAYA

=REPT(teks/sel,n)

Fungsi ini digunakan untuk mengulang teks, isi sel atau karakter hingga n kal. Misalnya :

=REPT("A",10)
Hasilnya adalah :
AAAAAAAAAA
(Karakter A sebanyak 10 kali)

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com