Communication and Da'wa Presentation

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Penyiaran Islam UIN SGD Bandung

Seminar International

Kajian Islam Indonesia-Malaysia di Era Moderen UIN SGD Bandung

Communication and Islamic Broadcast

Teman-teman Program Studi Pascasarjana Komunikasi Penyiran Islam Angkatan 2015 UIN SGD Bandung

My Friends In Ushuluddin Program Studies

Wisuda berfoto bersama dengan Bpk. Dr. Adnan dan Bpk. Ahmad Zabidi, M.Ag di IAI Sultan Muhamad Syafiudin Sambas

Friday, November 18, 2016

Teori "Ranah Publik"


"Jurgen Habermas"
      Ruang publik bukanlah konsep eksotis (menarik) dari teori kritis. meskipun popularitas istilah di dunia berbahasa Inggris dalam 2 dekade terakhir. Terutama hasil karya Jurgan Hebermas yang berpengaruh, Transformasi Struktural Ruang Publik; Sebuah Penelitian Terhadap Kategori Masyarakat Borjuis. Yaitu dalam istilah Jerman asli offentlichkeit dapat sebagai ide-ide yang lebih akrab seperti publikasi, umum, masyarakat umum, publicness, keterbukaan, sehingga pertanyaan tentang gagasan tidak harus dibatasi ruang borjuis historis sphecific tersirat dengan istilah bahasa Inggris. pada kenyataannya, gagasan ruang publik berjalan dalam melalui sejarah filosofi politik Barat, dan cara-cara di mana bidang -swasta perbedaan publik ditarik dan dirumuskan selalu menjadi salah satu prisma kunci melalui beragam spektrum dari filsafat politik menyimpang.
Pada kontribusi yang paling penting dari gagasan ruang publik untuk teori komunikasi itu adalah penekanan eksplisit (secara tegas) pada bentuk dan modus komunikasi sebagai pusat politik kehidupan masyarakat. ruang publik sangat diperlukan dalam memahami komitmen politik dan visi moral teori komunikasi. Konsep adalah pusat studi wacana publik, media, komunikasi politik, dan kebebasan demokrasi.

Thursday, November 17, 2016

"Kloning" Dalam Pandangan Islam

"Kloing"
Kloning menurut bahasa adalah berasal dari bahasa Yunani, yaitu clone atau klon yang berarti kumpulan sel turunan dari sel induk tunggal dengan reproduksi aseksual. Sedangkan menurut istilah Kloning adalah teknik membuat keturunan dengan kode genetic yang sama dengan sel induknya tanpa diawali proses pembuahan sel telur atau sperma tapi diambil dari inti sebuah sel pada makhluk hidup tertentu baik berupa tumbuhan, hewan maupun manusia. Metode kloning berbeda dengan pembuahan biasa, karena sel telur tidak lagi memerlukan sel sperma untuk pembuahannya. Secara sederhana dapat disebutkan bahwa bayi “klon” dibuat dengan mempersiapkan sel telur yang sudah diambil intinya kemudian digabungkan dengan sel donor yang merupakan sel dewasa dari suatu organ tubuh. Hasil gabungan tersebut kemudian ditanamkan ke dalam rahim dan biarkan berkembang dalam rahim sampai lahir. Hasil kloning akan memiliki sifat-sifat yang identik (sama persis) dengan induknya. Hal ini terjadi karena dalam proses pengkloningan, terjadi pengambilan bagian dari induk yang kemudian akan ditumbuhkan menjadi individu baru yang sama persis dengan induknya. Dalam sejarahnya Klon pertama manusia dirancang pada bulan November 1998, oleh American Cell Technologies, yang berasal dari sel kaki seorang manusia, dan sebuah sel lembu yang DNA-nya dipindahkan. Setelah 12 hari, klon ini rusak. Pada bulan januari 2008, Dr. Samuel Wood dan Andrew French, kepala pegawai ilmiah laboratoriurn Stemagen Corporation di California AS, mengumumkan bahwa mereka berhasil menciptakan 5 embrio manusia dewasa dengan menggunakan DNA dari sel kulit orang dewasa. Menurut Dr. Wood pada awalnya tujuan kloning adalah sebagai sumber bagi tangkai sel embrio untuk dapat hidup. Bentuk-bentuk kloning terdiri dari beberapa bentuk, di antaranya ada klon pada manusia, hewan dan tumbuhan. Meskipun tujuan kloning ini adalah baik, apalagi pada hewan dan tumbuhan karena keduanya memiliki nilai guna bagi manusia yang dibolehkan. Berbeda dengan kloning pada manusia karena banyak sekali mudaratnya, seperti persolan sosial, hilangnya nisab sehingga akan berdampak pada hukum syara’ seperti waris, hubungan mahram dan hubungan masa. Ditambah lagi dalam prakteknya dari sudut pandang agama Islam kloning dinilai bertentangan dengan syariat. Karena Allah telah menjelaskan dalam ayatnya bahwa sesungguhnya manusia itu diciptakan berpasang-pasangan, laki dan perempuan, dari air mani yan dipancarkan. Yang artinya bahwa sudah menjadi fitrah manusia terlahir dari seorang ayah dan seoran ibu. Menurut Ma’ruf Amin dalam bukunya Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (2011: 651) menyebutkan bahwa penemuan teknologi bayi, rekayasa genetik dan kloning adalah tidak sejalan dengan ajaran Islam. kloning manusia lebih banyak mudharat daripada maslahatnya.

Puisi "Yang Mana Jalanmu"


"Tidak Cinta Dunia Bukan Berarti Tidak Memiliki Dunia"
Kebahagiaan dunia adalah cita-cita semua orang. Apalagi dengan bergelimang harta yang melimpah, pangkat dan jabatan yang tinggi di mata sebagian orang itu adalah harapan yang di dambakan. Sehingga tidak heran ketika keinginan keras untuk mendapatkannya akhirnya mendorong banyak orang untuk menghalalkan berbagai cara. Tidak tanggung-tanggung segalanya menjadi taruhan. Diri digadaikan, keluarga dikesampingkan, teman di lupakan, dan lebih parah lagi “Tuhan” diperjualbelikan. Demi mewujudkan apa yang menjadi cita-cita dan harapan akhirnya Nafsu menjadi “tuhan” yang tidak ada tawar menawar ketika firmannya telah dikumandangkan. Padahal ketika dunia menjadi tujuan, harta menjadi senjata pertempuran, pangkat dan jabatan yang dipertuhankan itu tidaklah akan pernah menghilangkan haus yang menggerogoti tenggorokan. Teringat pepatah Pribahasa Arab Klasik seperti yang diungkapkan; “Orang yang mengejar dunia itu layaknya orang yang meminum air laut yang tidak sedikitpun memnghilangkan haus, semakin banyak diminum akan semakin menambah dahaganya tenggorokan” (Luqman hakim Arifin, 2015). Itulah dunia, semakin di kejar akan semakin jauh berjalan, semakin dikejar akan semakin akan semakin jauh berlari. Memang dunia itu perlu dan pantas untuk diperjuangkan namun ketika dunia adalah satu-satunya tujuan maka jangan pernah harapkan akhirat sebagai buahnya. Alangkah baiknya jika akhirat adalah cita-cita dan dunialah jembatannya. Sebagaimana sabda baginda Nabi bahwa “dunia adalah ladang bagimu maka akhirat adalah buahnya”, pada kesempatan lain disebutkan “kehidupan adalah laksana sebuah perjalanan singkat, dunia adalah tempat persinggahan”.

Penegak Hukum dan Intervensi Asing


"Dinamika Proses Hukum Indoneisa"
           Indonesia adalah negara hukum. Artinya dalam proses pengadilan mulai dari status terduga sampai pada status penetapan hukum semuanya di atur dan di kendalikan oleh hukum. Namun, meskipun hukum dinilai sebagai senjata terakhir untuk mengadili para pidana dan perdata bukan berarti Indonesia aman dan bebas dari para penjahat-penjahat hukum. Justru sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dengan diwujudkan melalui adanya penegak-penegak hukum dan proses hukum, memiliki tantangan dan kendala yang tidak mudah. Tidak hanya dari dalam tubuh “Indonesia” itu sendiri, intervensi-intervensi asing juga menjadi tantangan yang besar bagi negara Indonesia. Kasus proses hukum “Ahok” (Basuki Cahaya Purnama), yang lagi hangat-hangatnya di ranah perpolitikan Indonesia sekarang ini misalnya, dalam wawancara dengan sebuah siaran televisi di Indonesia Bapak Kapolri (Drs. HM Tito Karnavian, MA. Ph.D) menyebutkan bahwa dari hasil survey dan evaluasi pasca demo 4 Nopember 2016 hingga pada proses hukum ditetapkannya “Ahok” sebagai tersangka, diduga adanya intervensi dari pihak luar. Tepa mengungkap jelas siapa dan apa tujuan keterlibatan “pihak ketiga”, Bapak Kapolri menegaskan  bahwa Polisi akan profesional dalam mengemban tugas sebagai penegak hukum. Bahakan beliau dengan tegas menyatakan “Indonesia adalah Indonesia, Indonesia adalah Negara Hukum, dan Indonesia punya aturan hukum sendiri dan punya aturan sendiri dalam menangani para pelanggar hukum. Karena kasus yang sedang diproses tersebut sejatinya bukanlah kasus menyangkut suku, etnis atau semacamnya, melainkan kasus tersebut adalah murni karena adanya penistaan terhadap sebuah agama, kebetulan saja kata Bapak Kapolri yang tersangka dan terlapor tersebut dari suku dan agama berbeda. karena berbicara kasus penistaan ini palaku bisa saja dilakukan oleh siapa saja bahkan oleh Internal agama sendiri katanya. Jadi dalam proses penegakan hukum biarkanlah ia berjalan sesuai koridor aturannya jangan lagi ada keterlibatan pihak ketiga. Karena bukanlah hal yang mudah apalagi dalam konteks ke-Indonesiaan ini yang  memiliki sejarah politik yang tidak menyenangkan. Maka alangkah baiknya negaraku tercinta ini, jika kalian para wakil rakyat jadilah sejatinya jiwa dan semangat bangsa Indonesia. Jangan pernah goyah dalam menegakkan hukum, jangan lalai mengemban amanah, jangan pertaruhkan negaramu kepada pihak luar. Karena kami bangsa Indonesia, kami anak muda generasi bangsa, ingin tetap Indonesia adalah Indonesia seutuhnya tanpa harus adanya Intervensi Asing yang memungkinkan sejarah berulang kembali.

Wednesday, November 16, 2016

Drama Pertunjukan di Media Sosial

"Theatrical In Social Media"
         Sejak manusia pertama lahir di muka bumi ini sampai beberapa abad yang lalu interaksi sosial manusia sangatlah sederhana. Berawal dari komunikasi interpersonal dengan media sederhana pula, kemudian kelompok, lalu melalui media media massa dan pada akhirnya yang sedang hangat-hangatnya di abad ke-21 ini adalah dunia maya yang lebih cepat, instan dan praktis. Dalam hitungan detik saja seorang bisa berkomunikasi dengan orang lain tanpa ada batas tempat dan waktu, dimana saja, kapan saja dan bagaimana saja. Bagi kehidupan masyarakat sekarang ini dunia maya bukanlah hal yang sekunder lagi atau kebutuhan kedua dalam memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan sampai pada kebutuhan primer dan sangat dimungkinkan komunikasi melalui jejaring ini adalah kebutuhan yang melebihi kebutuhan pokok lainnya. Sebagai bukti sekarang ini, dengan harga terjangkau, mudah di dapatkan dan segala fasilitas tersedia semua di dalamnya. Mulai dari kebutuhan untuk berbelanja yang sebelumnya mesti harus ke toko atau market-market terdekat, sekarang ini semuanya bisa di dapatkan dengan hanya duduk manis di rumah. Tidak repot-repot hanya dengan “Meng-Klik” semuanya bisa diwujudkan. Sampai pada hubungan interaksi sosial lainnya semuanya juga hampir bisa dilakukan melalui media, salah satunya media sosial. Tidak hanya itu, di dunia jejaring atau lebih akrabnya dikenal dengan “Medsos” oleh anak muda, meskipun itu berbeda. Tapi nyatanya itu sebutan yang lebih dikenal di kalangan anak-anak zaman sekarang. Media sosial, bagi anak-anak muda bukan lagi sekedar media bersosial biasa yang terbatas pada ruang dan waktu dengan konten saling sapa dan saling kenal saja. Namun Medsos baik itu facebook, intagram, tiwitter, WA, Line, dan lain sebagainya merupakan Theateical (Pentas Pertunjukan diri) yang menurut Erfing Goffman seorang sosiolog pada abad ke-20 menyebutkan bahwa kehidupan masyarakat yang demikian merupakan sebuah pertunjukan drama diri yang dipentaskan sehari-hari. Atau dalam kajian ilmu komunikasi disebut dengan teori presentasi diri, yaitu yang mengasumsikan bahwa apa yang ditampilkan oleh manusia terutama di Medsos adalah interpretasi dari apa yang dialami kemudian ditampilkan atau dipertunjukkan melalui media. Setiap interaksi yang dilakukan baik itu percakapan via video call atau via chatt, posting status semuanya menjadi bagian sebuah pertunjukan diri. Tujuannya banyak sekali baik itu pertunjukan alami, asli atau murni dari dalam diri. Adapula yang sengaja dimainkan, direkayasa untuk membuat masing-masing orang memberikan penilaian tentang yang dipertunjukkan. Sedangkan menurut Goffmen pertujukan tersebut paling tidak memiliki tiga bentuk alasan, yaitu; Pertama, menggambarkan karakter dan prilaku diri kepada teman atau pihak lain. Kedua, memberikan informasi diri, dan ketiga adalah membangun Citra diri. Dengan kata lain bahwa media sosial dan presentasi diri adalah gaya hidup manusia masa kini yang dimainkan dengan sadar atau tanpa sadar, terlepas dari nilai baik dan buruknya itu semua pada dasarnya adalah drama pementasan dan pertunjukan masa kini.

Kajian Tentang "Arti Cinta"

PUISI CINTA
Di Sayup-Sayup Malam Yang Bertemankan Kesunyian,
Beriramankan Keheningan,
Berlukiskan Kegelapan, Dengan Taburan Bintang-gemintangnya,
Terurai Kata Demi Kata, Membentuk Kalimat
Menggambarkan Isi Jiwa Yang Terbenam Jauh di Dasar Samudera Hati,
Jari Jemari Lembut Mengatur Urutan Setiap Huruf Demi Huruf,
Sehingga Tersusun Satu Kata Penuh Makna,
Yaitu Kata,,, CINTA,,,
Lalu Kata Itu Ku Coba Urai Dan Rangkai Manjadi Sebuah Rangkai Puisi Indah,
Yang Siap Tuk Ku Kirim Pada Putri Cantik
Yang Selalu Terjaga Dengan Baik Di Mahligai Istana Nan Indah Dan Megah Di Negara Sebarang Sana, Sebagai Teman Tidurnya dan Sarapan Senyuaman Manisnya Dikala Bangun Dari Bahtera Mimpi Pelayarannya. 
(Gubahanku For You)

Paradigma Baru Komunikasi Pembangunan

"Mensemat City"
Indonesia adalah negara yang memiliki wilayah yang luas.Terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Sebagian besar wilayah Indonesia adalah wilayah yang subur dengan lahan yang terhampar luas, dan hutan-hutan yang lebat. Menurut hasil riset dunia Indonesia adalah negara yang memiliki kontribusi besar bagi dunia yaitu salah satunya kontribusi dalam penyediaan oksigen. 
    Penduduk Indonesia pada umumnya adalah masyarakat yang tinggal dan bermukim di daerah-daerah agraris. Sehingga, sebagian besar masyarakatnya pun bekerja dalam sektor pertanian, tanaman pangan, peternakan, perkebunan, dan sektor lainnya. Menurut data dari Badan Statistik Ketenagakerjaan dalam bidang Pertanian tahun 2014 mempresentasikan bahwa sekitar 32 – 36 %, yaitu sekitar 35,59 - 37,18 Juta Jiwa masyarakat Indonesia adalah pekerja yang bekerja sebagai petani, baik itu pada lahan yang luas maupun lahan yang sempit, dan sebagian besarnya adalah masyarakat yang berada di pedesaan. Kemudian sisanya adalah masyarakat yang bekerja dalam bidang lainnya, seperti pada sektor tanaman pangan sekitar 45,69 %, pada sektor perkebunan 29,65 %, pada sektor peternakan 12,81 %, dan pada sub sektor hortikultura sekitar 7,70 %.
          Persentase dari data di atas, menunjukkan bahwa Indonesia secara keseluruhan memiliki potensi yang tinggi dalam memberikan kesediaan pangan bagi penduduknya, karena dilihat dari luas wilayah, kesuburan tanah serta ketersediaan sumber daya manusianya Indonesia sudah cukup memadai. Termasuk di daerah-daerah yang ada di Indonesia baik itu bagian timur maupun bagian barat. Khususnya daerah yang ada di bagian barat hampir merata memiliki kekayaan alam tersebut, di antaranya adalah daerah Provinsi Kalimantan Barat.
        Menurut data dari analisis sosial ekonomi petani yang dilakukan oleh Provinsi Kalimantan Barat, menyatakan bahwa penghasilan petani pada sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Adapun hasil survey Menurut Tri Setiani, 2014: 14) pendapatan petani di lapangan terakhir pada tahun 2013 membuktikan bahwa dari sekian banyak Kabupaten yang ada di Kalimantan Barat, daerah yang memiliki tingkat distribusi rumah tangga terbesar dalam bidang pertanian, yaitu sekitar 14,63%, adalah berada di daerah Kabupaten Sambas.
         Sambas adalah salah satu Kabupaten yang memiliki daerah yang subur dengan lahan yang luas, serta memiliki potensi sumber daya alam lainnya yang banyak, seperti perikanan, peternakan, dan terutama lahan agraris yang cukup memadai. Selain itu, Sambas juga memiliki potensi sumber daya manusia yang tidak jauh kalah dengan daerah-daerah lainnya. 
        Asumsi dasar dari data di atas, kekayaan alam dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh Kabupaten Sambas seharusnya menjadi daerah penyedia lapangan pekerjaan untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Bahkan menjadi pemasok terbesar dalam sektor pertanian khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sambas. Namun fakta di lapangan membuktikan, bahwa masih banyak masyarakat Sambas yang miskin. Menurut data BPS tahun 2013 tingkat kemiskinan di Kabupaten Sambas (9,90%) berada di atas tingkat kemiskinan Provinsi Kalimantan Barat (8,74%). Selain itu, tidak sedikit Masyarakat Sambas yang bekerja diluar negeri untuk mencukupi keperluan hidupnya, seperti ke Malaysia, Brunei dan negara-negara lainnya.   
         Fakta di atas, tentunya menimbulkan sebuah problematik dan pertanyaan besar bagi pihak pemerintah. Apabila daerah dengan kekayaan alam melimpah dan sumber daya lainnya yang memadai justru memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi. Lahir berbagai macam pertanyaan besar, apakah program pemerintah yang kurang tepat atau mentalitas masyarakatnya yang belum berkembang? Oleh sebab itu, untuk menjawab persoalan tersebut perlu adanya sebuah upaya yang relevan dengan kondisi sosial dan lingkungan dalam membangun masyarakat, khususnya masyarakat agraris Kabupaten Sambas. Adapun dalam konteks Ilmu Komunikasi upaya pembangunan yang relevan sekarang ini menawarkan sebuah paradigma baru. Implementasi paradigma tersebut di harapkan menjadi upaya pemerintah untuk menstimulus masyarakat agar meningkatkan taraf hidupnya.

Politik dan Agama

"KONVERGENSI"
        Memang hidup ini tidak lepas dari kehidupan Politik. Apalah lagi di negara Indonesia yang menjunjung tinggi asas negara yang demokratis ini, kebebasan berpendapat di muka bukan lagi menjadi sesuatu yang tabu, berbeda pendapat sesuatu yang lumrah. Berbeda dengan masa orde baru dulu dimana semuanya dikekang oleh pihak yang memiliki kekuasaan. Namun di era baru sekarang ini, terkesan semuanya menjadi serba bebas yang kebablasan kata Prof. Dr. Asep Syaiful Muhtadi, M.A. (Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN SGD Bandung), bahkan karena kebebasan itu sendiri seakan batasan norma, aturan, hukum, dan akidah tidak diberlakukan. Maka jangan heran apabila di negara Indonesia tercinta ini, banyak sekali kasus-kasus yang muncul karena adanya “Rasa Sakit Hati”. Kasus pemimpin misalnya yang diduga telah menodai kesucian suatu agama, kasus artis yang mencemarkan nama baik. Timbul pertanyaan yang menggelitik, apakah yang salah dengan negeri ini?. Bukankah bangsa Indonesia adalah bangsa yang santun, bukankah bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah, bukankah bangsa Indonesia adalah bangsa yang beradab. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Apakah yang salah dengan negeri ini?. Hukum katanya adalah penegak keadilan terakhir yang mengadili para pelanggar hukum. Namun banyak yang bilang hukum kita “ibarat pisau, tajam ke bawah dan tumpul ke atas” seakan mati ketika bertemu dengan “Uang”. Aparat penegak hukum polisi yang katanya lembaga yang mengayomi masyarakat, tetapi kata banyak orang polisi justru menjadi “Pungli” yang memeras rakyat, dan anggota legislatif yang katanya menjadi wakil suara rakyat, tetapi justru banyak yang bilang suaranya banyak yang menindas dan menyengsarakan rakyat. Jabatan kepala daerah atau kantor-kantor yang katanya tugas yang diamanahkan adalah demi kesejahteraan rakyat, tetapi nyatanya sebagai LKK “Lembaga Keuangan Keluarga”. Amanahnya simpan di belakang namun KKN nya dikedepankan. Tidak hanya itu, yang lebih parah lagi katanya bangsa Indonesia adalah bangsa yang “Agamis” yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Agama Islam, Kristen, Kahtolik, Hindu, Budha, Khonghucu adalah agama yang di akui di negara ini. Semua agama tersebut bagi bangsa Indonesia sesungguhnya bukanlah sebuah bencana, namun justru keberagamaan itu adalah sebuah rahmat, yaitu rahmat yang mesti dijaga dan dipertahankan. Sungguh sangat malu dan memalukan jika karena urusan politik yang sebenarnya bukanlah satu-satunya alat untuk mewujudkan kedamaian dan kenyamanan bangsanya, justru di gunakan untuk meruntuhkan rasa persatuan bangsa yang diperjuangkan oleh para pahlawan untuk anak dan cucunya. Agama semestinya dijadikan pemersatu untuk menjaga kedamaian dan persatuan bangsa, karena setiap agama mengajarkan pada umatnya akan arti nilai kebersamaan, akan nilai kejujuran, akan arti nilai kebaikan, dan akan arti nilai ketuhanan. Seharusnya itulah yang mesti dikedepankan dan karena perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Peganglah kesucian masing-masing nilai keagamaan yang diamanahkan oleh “TUHAN”. Jangan gara-gara perpolitikan yang tidak sehat akhirnya “AKIDAH TERGADAIKAN”.

"Local Wisdom" Sebagai Strategi Dakwah Di Tengah Arus Globalisasi


Mesjid Jami' Alwathikzubillah Sambas
Pada era globalisasi dewasa ini banyak fenomena sosial yang terjadi di dunia. Fenomena ini merupakan suatu persoalan sosial yang harus dihadapi oleh setiap bangsa dan negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Proses interaksi dan saling mempengaruhi, bahkan pergesekan nilai-nilai atau norma terjadi dengan sangat cepat.   bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan agama, namun juga berpengaruh terhadap nilai-nilai moral anak bangsa. Dampak yang ditimbulkan seakan memberi isyarat bahwa norma dan aturan tidak lagi menjadi pembatas dalam setiap aktivitas masing-masing generasi bangsa ini. Tidak sedikit anak bangsa yang terjebak dalam pengaruh negatif dari modernisasi, globalisasi dan westernisasi. Banyak di antara anak bangsa yang keliru dalam menentukan arah tuju dalam menapak jalan hidup karena tidak memiliki benteng yang kuat dalam diri mereka untuk menyaring pengaruh negatif tersebut. Ditinjau dari aspek moral bangsa misalnya, terjadi pergeseran nilai yang semakin hari semakin jauh dari substansi nilai atau norma yang terkandung dalam dasar negara ini, sehingga kehidupan bangsa pun sudah tidak mencerminkan umat atau bangsa yang bermoral lagi, yaitu bangsa yang menjunjung tinggi asas perikemanusiaan dan peri keadilan. Dimana terjadi kriminalitas di mana-mana, korupsi, kekerasan rumah tangga, pergaulan bebas narkoba, tawuran antar sekolah, pembunuhan, pemerkosaan, dan lain sebagainya. Sehingga berpengaruh buruk terhadap jati diri bangsa ini yang katanya dikenal dengan bangsa yang beradab dan berbudaya luhur. Upaya untuk membentengi hal tersebut di antaranya adalah dengan menumbuhkan prilaku dan berkepribadian baik dan sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama dan kepribadian bangsa yang termuat dalam dasar negara ini yaitu “Panca Sila”. Upaya terebut menurut Ahmad Mahmud  (2002: 13) di antaranya adalah melalui “dakwah”, yaitu semua aktivitas manusia yang berupaya untuk merubah situasi dari yang buruk pada situasi yang sesuai dengan ketentuan Allah SWT dengan disertai kesadaran dan tanggung jawab baik terhadap dirinya sendiri, orang lain, dan terhadap Allah SWT (Anshari, 1993: 11). Tujuan dari adanya dakwah yang dilakukan pada esensinya adalah berusaha melakukan perbaikan, pembangunan, memperbaiki kerusakan-kerusakan, melenyapkan kebatilan, kemaksiatan dan ketidakwajaran yang terjadi dalam masyarakat. Maka dari itu, dakwah merupakan upaya yang dipandang perlu dilakukan untuk menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat akibat dari pengaruh negatif globalisasi.Beberapa banyak upaya yang dapat dilakukan, satu di antara di antaranya adalah melalui Local Wisdom (Kearifan Lokal). Dalam sejarah perkembangan Islam sendiri dakwah melalui budaya ini juga menjadi salah satu metode yang digunakan Nabi, para sahabat, tabiut tabi’in dan bahkan ulama-ulama setelahnya. Alasannya adalah karena dakwah dan seni atau tradisi pada hakikatnya memiliki kesamaan, yaitu sama-sama mempengaruhi seseorang untuk bertindak dan berprilaku. Menurut Kartodirdjo (1990), kesenian adalah salah satu unsur dari kebudayaan atau tradisi. Unsur yang terkadang di dalam kebudayaan atau tradisi tersebut merupakan bentuk aktivitas manusia dalam mengungkap nilai-nilai yang bersandikan pada seluruh kehidupan manusia untuk disampaikan dengan tujuan tertentu. Maksudnya adalah kebudayaan, baik itu adat atau tradisi merupakan sarana yang tepat untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah. Mengingat persoalan yang dihadapi bangsa ini semakin hari semakin memprihatinkan. Oleh sebab itu, memvitalkan budaya lokal yang ada di setiap daerah di Indonesia sebagai salah satu strategi dakwah adalah upaya yang sangat penting dalam membentengi generasi bangsa dari dampak buruk di era globalisasi sekarang ini.
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com